Kuliah Lapangan Ekologi dan Evolusi Mikroba 2017 : Pembelajaran di Luar Kelas

Mei 26, 2017 2:28 am

Pembelajaran dapat dilakukan di mana saja, tidak terbatas hanya di kelas atau laboratorium. Pemahaman yang lebih baik dapat diperoleh dengan mengaplikasikan atau mengamati dan bereksperimen secara langsung di lapangan. Alasan inilah yang kemudian mendorong Program Studi Mikrobiologi untuk menyelenggarakan kuliah lapangan untuk mata kuliah Ekologi dan Evolusi Mikroba pada 7-9 April 2017. Setelah sukses menyelenggarakan kuliah lapangan ke Cagar Alam Pangandaran tahun lalu, kuliah lapangan kali ini menjajal daerah Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Semua peserta kuliah yaitu mahasiswa Prodi Mikrobiologi angatan 2015 berpartisipasi dalam kuliah lapangan ini. Perserta dikelompokkan menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dan masing-masing kelompok mengambil sampel di tiga titik: Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Telaga Pangilon. Setelah melakukan tracking dan pengambilan sampel pada hari pertama, peserta juga mengunjungi Candi Arjuna di hari berikutnya.

Dalam kuliah lapangan tahun ini, peserta melakukan pengambilan sampel dari sungai dan sumber air panas di sekitar Telaga Warna dan Pangilon. Peserta juga memperoleh sampel tanah di kawasan Kawah Sikidang; dan dari rawa serta hutan di antara Telaga Warna dan Pangilon. Selama pengambilan sampel peserta tidak hanya mempraktikkan teknik dan pengetahuan mengenai pengambilan sampel yang baik, tetapi juga dikenalkan ke fenomena atau karakteristik dari setiap ekosistem. Peserta juga diminta untuk mengamati dan mengukur parameter mikroklimat yang membentuk suatu ekosistem.

Pembelajaran tidak berhenti hanya pada pengambilan sampel. Setelah pengambilan sampel, peserta menganalisis sampel tanah dan air melalui pengerjaan laboratorium basah. Dalam lab basah tersebut, mahasiswa mengamati kelimpahan fungi dan bakteri. Untuk sampel tanah, mahasiswa mengukur aktivitas enzimatik melalui uji Fluorescein Diacetate Assay (FDA). Mahasiswa juga menentukan konsentrasi senyawa nitrogen dan fosfat, total padatan terlarut, total padatan tersuspensi, dan kadar senyawa volatil tersuspensi. Dengan melakukan pengujian sampel, diharapkan mahasiswa dapat menganalisis hubungan antara kelimpahan mikroba dan struktur komunitas mikroba dalam ekosistem.

Dengan dilakukannya kuliah lapangan, diharapkan bahwa partisipan dapat memahami alur pengerjaan suatu riset; dimulai dari proses pengambilan sampel yang baik, analisis yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan ilmiah, dan pembentukan analisis.

 

[PAF]